Belanja hemat bebas ongkir

Kurang Tidur dan Stroke: Apakah Ada Hubungannya?

Banyak orang menganggap begadang atau kurang tidur hanya berdampak pada rasa lelah keesokan harinya. Padahal, sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kualitas dan durasi tidur yang buruk berkaitan erat dengan peningkatan risiko stroke. Berikut ulasannya berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini.

Apa Kata Penelitian?

Salah satu penelitian besar yang sering dirujuk adalah meta-analisis dari Warwick Medical School yang dipimpin oleh Profesor Francesco Cappuccio, diterbitkan di European Heart Journal. Penelitian ini menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam per malam dan memiliki tidur yang terganggu memiliki risiko 48% lebih besar untuk mengalami atau meninggal akibat penyakit jantung, serta risiko 15% lebih besar untuk mengalami atau meninggal akibat stroke. Disebutkan pula bahwa tidur singkat kronis dapat memicu produksi hormon dan zat kimia dalam tubuh yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan obesitas.

Studi besar lain yang diterbitkan dalam jurnal Neurology (2019) menyoroti bahwa bukan hanya tidur yang terlalu sedikit yang berbahaya, tetapi juga tidur berlebihan. Penelitian ini menemukan bahwa orang yang tidur sembilan jam atau lebih per malam memiliki risiko stroke 23% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur kurang dari delapan jam, dan tidur siang selama 90 menit atau lebih dikaitkan dengan risiko stroke 25% lebih tinggi dibandingkan tidur siang kurang dari 30 menit.

Studi INTERSTROKE, sebuah studi kasus-kontrol internasional besar, menunjukkan hubungan dosis-respons antara gangguan tidur dan risiko stroke akut. Semakin banyak gejala gangguan tidur yang dialami seseorang, semakin tinggi pula risiko stroke—mulai dari peningkatan risiko sekitar 1,6 kali lipat pada mereka dengan 2–3 gejala, hingga lebih dari 5 kali lipat pada mereka dengan lebih dari 5 gejala gangguan tidur.

Senada dengan itu, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology pada 2023 oleh peneliti dari Virginia Commonwealth University menemukan bahwa insomnia juga berperan. Orang dengan lima hingga delapan gejala insomnia memiliki kemungkinan 51% lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak mengalami insomnia, setelah memperhitungkan faktor risiko lain.
BELI OBAT STROKE DISINI!!

Mengapa Kurang Tidur Bisa Memicu Stroke?

Ada beberapa mekanisme biologis yang dijelaskan para peneliti:

  • Gangguan tekanan darah. Tidur yang buruk dapat mengganggu penurunan tekanan darah alami yang seharusnya terjadi di malam hari, sehingga berkontribusi pada hipertensi—salah satu faktor risiko utama stroke.
  • Peradangan dan gangguan metabolisme. Tidur yang buruk mengganggu metabolisme tubuh dan memicu peradangan, yang keduanya merupakan faktor risiko stroke.
  • Gangguan sistem imun. Penelitian turunan menunjukkan kurang tidur dapat mengacaukan respons imun tubuh, termasuk gangguan fungsi sel T dan ketidakseimbangan sitokin, yang berkontribusi pada proses penyakit vaskular.
  • Sleep apnea. Gangguan pernapasan saat tidur, terutama obstructive sleep apnea (OSA), sangat umum ditemukan pada pasien stroke, dengan prevalensi diperkirakan mencapai 50–70% pada populasi ini.

Bukan Hanya Faktor Risiko, Tapi Juga Dampak Stroke

Menariknya, hubungan antara tidur dan stroke bersifat dua arah. Gangguan tidur tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya stroke, tetapi juga sering muncul sebagai konsekuensi dari stroke itu sendiri, dan kualitas tidur yang buruk setelah stroke dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk, termasuk angka kematian yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Berdasarkan berbagai bukti ilmiah di atas, jawabannya jelas: ya, ada hubungan nyata antara kurang tidur dan risiko stroke. Baik tidur yang terlalu singkat, terlalu panjang, maupun kualitas tidur yang buruk (insomnia, sleep apnea, tidur terfragmentasi) sama-sama berkontribusi pada peningkatan risiko stroke melalui jalur tekanan darah, metabolisme, peradangan, dan sistem imun. Menjaga pola tidur yang sehat—idealnya sekitar 7 jam per malam dengan kualitas yang baik—merupakan salah satu langkah pencegahan stroke yang sering diabaikan namun penting untuk diperhatikan.

Daftar Sumber Jurnal Ilmiah

  1. Cappuccio, F.P., et al. (2011). Sleep duration and risk of fatal and nonfatal stroke/cardiovascular disease. European Heart Journal. DOI: 10.1093/eurheartj/ehr007
  2. (2019). Studi durasi tidur dan risiko stroke. Neurology.
  3. McDermott, M., et al. Sleep Patterns and the Risk of Acute Stroke: Results From the INTERSTROKE International Case-Control Study. Neurology. DOI: 10.1212/WNL.0000000000207249
  4. Sawadogo, W., et al. (2023). Studi insomnia dan risiko stroke. Neurology.
  5. Mayer-Suess, L., Ibrahim, A., Moelgg, K., et al. (2024). Sleep Disorders as Both Risk Factors for, and a Consequence of, Stroke: A Narrative Review. International Journal of Stroke, 19, 490–498. DOI: 10.1177/17474930231212349
  6. Sleep Health as a Determinant of Disparities in Stroke Risk and Health Outcome. Stroke (American Heart Association). DOI: 10.1161/STROKEAHA.122.039524
  7. Duration and Risk Factors for Stroke. Frontiers in Neurology. DOI: 10.3389/fneur.2017.00392
  8. Zhu, Y., Lu, C. Sleep mediates the association between stroke and all cause mortality in the NHANES cohort. Scientific Reports (Nature).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Angkung Original

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu