Stroke adalah kegawatdaruratan medis. Kesalahan dalam memberikan pertolongan awal dapat menyebabkan penanganan terlambat atau bahkan membahayakan pasien. Karena itu, yang paling penting adalah mengenali gejala dan segera mendapatkan bantuan medis.
1. Menunggu gejala membaik sendiri
Kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu beberapa menit atau jam karena mengira pasien hanya kelelahan, pusing biasa, atau akan pulih sendiri.
Padahal, kelemahan mendadak pada wajah atau salah satu sisi tubuh, gangguan bicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau sakit kepala hebat mendadak dapat merupakan tanda stroke. Jangan menunggu gejala hilang.
2. Membawa pasien ke tempat lain tanpa segera mencari bantuan medis
Saat dicurigai stroke, prioritasnya adalah mengaktifkan layanan kegawatdaruratan secepat mungkin agar pasien dapat memperoleh evaluasi dan penanganan yang tepat. Di Indonesia, layanan darurat medis 119 dapat digunakan untuk meminta bantuan kegawatdaruratan.
Angkung Kain Niu Huang Wan Obat Stroke Ringan
3. Memberikan aspirin secara sembarangan
Ini merupakan kesalahan yang berbahaya. Tidak semua stroke disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah; sebagian disebabkan oleh perdarahan otak. Pemberian aspirin pada stroke perdarahan dapat memperburuk perdarahan. Karena jenis stroke perlu ditentukan oleh tenaga medis, jangan memberikan aspirin atas inisiatif sendiri saat serangan stroke dicurigai.
4. Memberikan makanan, minuman, atau obat lewat mulut
Pasien stroke dapat mengalami gangguan menelan. Memaksa pasien minum atau makan dapat meningkatkan risiko tersedak dan masuknya makanan atau cairan ke saluran pernapasan.
5. Memijat atau menusuk-nusuk bagian tubuh yang lemah
Masih ada anggapan bahwa stroke dapat ditangani dengan pijat, kerokan, atau menusukkan jarum. Cara tersebut bukan pengobatan stroke akut dan dapat menunda pasien mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan agar tindakan semacam ini tidak dilakukan.
6. Tidak mencatat kapan gejala mulai muncul
Waktu munculnya gejala sangat penting untuk membantu tenaga medis menentukan pilihan penanganan. Karena itu, catat kapan pasien terakhir kali diketahui normal atau kapan gejala pertama kali terlihat.
7. Menganggap stroke hanya terjadi jika pasien tidak sadarkan diri
Stroke bisa terjadi ketika seseorang tetap sadar sepenuhnya. Bahkan, pasien dapat hanya mengalami wajah mencong, tangan tiba-tiba lemah, bicara pelo, atau gangguan keseimbangan. Semua gejala tersebut tetap perlu dianggap serius.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Gunakan prinsip FAST:
F — Face: apakah wajah tampak mencong?
A — Arms: apakah salah satu lengan tiba-tiba lemah atau sulit diangkat?
S — Speech: apakah bicara pelo, tidak jelas, atau sulit memahami pembicaraan?
T — Time: segera cari pertolongan medis.
Selain itu, tetap tenangkan pasien, jangan berikan makanan/minuman atau obat tanpa arahan tenaga medis, dan segera hubungi layanan darurat.
Kesimpulan
Kesalahan terbesar saat menolong pasien stroke adalah terlambat mencari pertolongan. Jangan menunggu, jangan memijat, jangan memberikan aspirin sembarangan, dan jangan memaksa pasien makan atau minum. Tindakan yang cepat dan tepat dapat sangat menentukan hasil penanganan stroke. Indonesia saat ini juga memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Stroke 2026 sebagai acuan resmi penanganan stroke.
Angkung Kain Niu Huang Wan Obat Stroke Ringan
Leave a Reply