Gula Darah Tinggi dan Stroke: Apa Hubungannya?
Gula darah tinggi (hiperglikemia) dan stroke ternyata punya hubungan yang erat dan sudah banyak dibuktikan lewat penelitian medis. Berikut penjelasannya.
Diabetes Meningkatkan Risiko Stroke Secara Signifikan
Diabetes dikenal luas sebagai salah satu faktor risiko utama stroke, terutama stroke iskemik (stroke akibat sumbatan pembuluh darah). Penderita diabetes memiliki risiko stroke 1,5 hingga 3 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum, dan diabetes juga menggandakan risiko stroke berulang.
Secara mekanisme, kondisi hiperglikemia pada diabetes memperburuk beberapa proses yang merusak otak, seperti asidosis, penumpukan radikal bebas, peradangan, dan gangguan fungsi mitokondria di sel-sel otak. Selain itu, penderita diabetes umumnya juga memiliki faktor risiko stroke lain yang menyertai, seperti hipertensi, kadar lemak darah tinggi, obesitas, dan gangguan irama jantung (fibrilasi atrium).
Gula Darah Tinggi Saat Serangan Stroke Memperburuk Prognosis
Yang menarik, hiperglikemia tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya stroke, tapi juga memperburuk kondisi pasien saat stroke sedang terjadi. Hiperglikemia yang muncul saat fase akut stroke dikaitkan dengan hasil klinis yang lebih buruk, terlepas dari apakah pasien sebelumnya sudah didiagnosis diabetes atau belum.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis klasik yang diterbitkan di jurnal Stroke menemukan bahwa kadar glukosa saat masuk rumah sakit antara 108-144 mg/dL dikaitkan dengan risiko relatif kematian sebesar 3,07 kali lipat pada pasien nondiabetes, sementara pada pasien diabetes risikonya 1,30 kali lipat. Secara keseluruhan, hiperglikemia akut terbukti memprediksi peningkatan risiko kematian di rumah sakit setelah stroke iskemik pada pasien nondiabetes, serta meningkatkan risiko pemulihan fungsi yang buruk pada penyintas stroke nondiabetes.
Menariknya, hiperglikemia akibat stres ini tidak terlalu berkaitan secara signifikan dengan kematian jangka pendek pada stroke hemoragik (stroke akibat perdarahan).
Gula Darah Tinggi Bisa Memprediksi Stroke Berikutnya
Penelitian lanjutan (post hoc analysis) dari uji klinis POINT menunjukkan bahwa hiperglikemia saat seseorang datang ke rumah sakit dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik susulan, setelah mengalami TIA (transient ischemic attack/stroke ringan sementara) berisiko tinggi atau stroke ringan. Temuan ini bertahan signifikan bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai faktor demografis dan klinis lain yang juga diketahui dapat memprediksi stroke susulan.
Penelitian lain bahkan menemukan bahwa hiperglikemia sering kali sudah ada jauh sebelum stroke terjadi, namun tidak terdeteksi. Pada studi terhadap 50 pasien yang dirawat karena stroke atau TIA, rata-rata kadar hemoglobin terglikosilasi (penanda gula darah jangka panjang) pasien jauh lebih tinggi dibanding kelompok kontrol tanpa penyakit pembuluh darah otak. Setelah mengeluarkan pasien yang memang sudah terdiagnosis diabetes sebelumnya, masih ada 42% dari kelompok stroke/TIA yang ternyata memiliki kadar gula darah abnormal yang sebelumnya tidak diketahui. Dari sini, peneliti menyimpulkan bahwa hiperglikemia sering kali mendahului stroke dan TIA, umumnya tidak disadari, dan selama ini kurang diperhatikan sebagai faktor risiko penyakit pembuluh darah otak.
Kadar HbA1c Juga Berperan, Bahkan pada Orang Tanpa Diabetes
Studi ARIC (Atherosclerosis Risk in Communities) yang dipublikasikan di Lancet Neurology dan diulas di Nature Clinical Practice Neurology menemukan bahwa kadar HbA1c yang lebih tinggi meningkatkan risiko stroke baik pada kelompok dengan maupun tanpa diabetes. Artinya, efek gula darah terhadap risiko stroke bukan hanya persoalan “diabetes atau tidak”, tapi juga soal seberapa tinggi kadar gula darah seseorang secara umum.
Rasio Hiperglikemia Stres (SHR) sebagai Penanda Prognosis
Penelitian yang lebih baru (2023) di jurnal Frontiers in Neurology mengenalkan konsep stress hyperglycemia ratio (SHR) sebagai prediktor hasil klinis pasien stroke iskemik akut. SHR yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko 2,64 kali lipat untuk hasil fungsional buruk dalam 3 bulan, peningkatan risiko kematian 3 bulan, dan peningkatan risiko 2,84 kali lipat untuk kekambuhan stroke. Studi ini menegaskan adanya hubungan positif yang jelas antara SHR dan risiko hasil buruk pada pasien stroke iskemik akut.
Namun, Mengontrol Gula Darah Secara Ketat Tidak Serta-Merta Mencegah Stroke
Hal yang perlu dicatat: hubungan antara hiperglikemia dan stroke bersifat kompleks. Studi UKPDS pada pasien diabetes tipe 2 yang baru terdiagnosis menunjukkan bahwa meski kontrol gula darah ketat secara signifikan menurunkan komplikasi mikrovaskular, hal ini tidak secara signifikan menurunkan risiko stroke. Begitu pula, kontrol ketat gula darah selama fase akut pasca-stroke tidak terbukti memperbaiki hasil akhir stroke, dan pengendalian hiperglikemia kronis itu sendiri belum tentu menurunkan risiko stroke.
Ini menunjukkan bahwa meskipun gula darah tinggi jelas berkaitan dengan risiko dan prognosis stroke, pencegahan stroke tetap memerlukan pendekatan menyeluruh — bukan hanya fokus pada kontrol gula darah, tapi juga pengelolaan tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan faktor risiko kardiovaskular lainnya.
Kesimpulan
Gula darah tinggi berhubungan dengan stroke melalui beberapa jalur: meningkatkan risiko terjadinya stroke (terutama pada penderita diabetes), memperburuk kerusakan otak dan hasil klinis saat stroke akut terjadi, serta meningkatkan risiko stroke berulang. Deteksi dini gangguan gula darah — bahkan pada orang yang belum terdiagnosis diabetes — penting dilakukan karena hiperglikemia sering kali tidak disadari sebelum stroke terjadi.
Sumber jurnal ilmiah:
- Capes SE, et al. (2001). Stress Hyperglycemia and Prognosis of Stroke in Nondiabetic and Diabetic Patients: A Systematic Overview. Stroke. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/hs1001.096194
- Selvin E, et al. (2005), diulas dalam Casey J. (2006). Increased risk of stroke associated with hyperglycemia. Nature Reviews Neurology. https://www.nature.com/articles/ncpneuro0085-nrneurol
- (1982). Hyperglycemia, recognized and unrecognized, as a risk factor for stroke and transient ischemic attacks. Stroke. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/01.STR.13.3.356
- Hyperglycemia as a Risk Factor of Ischemic Stroke (review mekanisme). PMC/NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4197932/
- The connection between diabetes mellitus and stroke: a brief review. Journal of Clinical Pharmacy and Pharmacology / terkait Journal of Stroke. https://www.e-jcpp.org/journal/view.php?number=105
- Diabetes and Stroke: What Are the Connections? Journal of Stroke. https://www.j-stroke.org/journal/view.php?doi=10.5853%2Fjos.2022.02306
- Hyperglycemia, Risk of Subsequent Stroke, and Efficacy of Dual Antiplatelet Therapy: A Post Hoc Analysis of the POINT Trial. Journal of the American Heart Association. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.121.023223



Leave a Reply