Belanja hemat bebas ongkir

Perbedaan Diabetes Tipe 1, Tipe 2, dan Diabetes Gestasional Lengkap

Sering denger orang bilang “kena diabetes”? Tapi tau nggak kalau diabetes itu ternyata ada 3 jenis utama.

Banyak yang mengira semua diabetes itu sama. Padahal penyebabnya beda, gejalanya beda, dan cara penanganannya juga beda.

Biar nggak salah langkah, yuk kita bedah satu-satu dengan bahasa yang gampang.

1. Diabetes Tipe 1: Karena Sistem Imun Menyerang Diri Sendiri

Diabetes tipe 1 paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja usia 4 sampai 14 tahun. Tapi orang dewasa juga bisa kena.

Penyebabnya adalah autoimun. Jadi sistem kekebalan tubuh kita malah menyerang dan menghancurkan sel pankreas yang tugasnya memproduksi insulin.

Kalau sel pankreas sudah rusak, tubuh sama sekali tidak bisa memproduksi insulin. Padahal insulin ini penting banget buat memasukkan gula ke dalam sel jadi energi.

Gejalanya muncul cepat. Bisa dalam hitungan minggu atau bahkan hari. Tandanya sering haus banget, sering buang air kecil terutama malam hari, berat badan turun drastis padahal makan banyak, badan lemas, dan pandangan kabur.

Karena tubuh tidak bisa bikin insulin, maka penderita tipe 1 harus wajib suntik insulin setiap hari seumur hidup.

2. Diabetes Tipe 2: Karena Tubuh “Resisten” Sama Insulin

Ini jenis diabetes yang paling banyak. Sekitar 90 sampai 95 persen penderita diabetes masuk ke tipe 2.

Berbeda dengan tipe 1, di tipe 2 ini pankreas masih memproduksi insulin. Masalahnya, sel-sel tubuh jadi “kebal” atau tidak peka lagi terhadap insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin.

Akibatnya gula di dalam darah tetap menumpuk karena tidak bisa masuk ke sel. Lama-lama pankreas jadi capek dan produksinya menurun.

Faktor risikonya jelas. Usia di atas 45 tahun, berat badan berlebih atau obesitas, jarang olahraga, punya riwayat keluarga diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Gejalanya datang pelan-pelan. Makanya banyak orang baru sadar setelah bertahun-tahun. Ciri-cirinya sering merasa haus, sering lapar, luka kecil sulit sembuh, sering infeksi seperti di gusi atau saluran kemih, muncul bercak hitam di leher, ketiak, dan selangkangan, serta gampang lelah.

Penanganannya biasanya dimulai dari ubah gaya hidup. Atur pola makan, rajin olahraga, dan turunkan berat badan. Kalau belum cukup, baru dibantu dengan obat dari dokter.

3. Diabetes Gestasional: Hanya Terjadi Saat Hamil

Jenis ini khusus dialami oleh ibu hamil.

Penyebabnya adalah perubahan hormon selama kehamilan. Beberapa hormon kehamilan membuat tubuh jadi resisten terhadap insulin. Jadi gula darah ibu jadi naik.

Biasanya diabetes gestasional akan kembali normal setelah melahirkan. Tapi jangan anggap remeh. Ibu yang pernah mengalami ini punya risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 di masa depan.

Yang berisiko lebih tinggi adalah ibu dengan riwayat PCOS, berat badan berlebih sebelum hamil, dan usia di atas 25 tahun.

Jadi Intinya Sama-Sama di Gula Darah

Mau tipe 1, tipe 2, atau gestasional, masalah utamanya tetap satu: glukosa tidak bisa digunakan dengan baik oleh sel tubuh.

Kalau gula terus menumpuk di darah, lama-lama bisa merusak pembuluh darah dan organ penting. Makanya bisa muncul komplikasi seperti masalah di mata, ginjal, jantung, sampai saraf.

Itulah kenapa selain kontrol gula, kita juga perlu menjaga kesehatan sel dan organ tubuh, terutama pankreas.

Dukung Kesehatan Sel & Pankreas dengan Nutrisi Tepat
Selain jaga pola makan, banyak juga yang mulai melengkapi dengan suplemen yang fokus ke regenerasi sel.
Salah satunya SOP SUBARASHI dari Jepang. Produk ini menggunakan teknologi Salmon Placenta dan Triple Peptida 600 Dalton yang mudah diserap tubuh.
Sudah terbukti secara klinis dan punya paten manfaat dari Jepang, China, dan Korea.

[Klik di sini untuk dapatkan SOP SUBARASHI Original]

Kesimpulan

Biar gampang ingetnya gini:
Diabetes Tipe 1 itu karena tidak ada insulin sama sekali.
Diabetes Tipe 2 itu ada insulin tapi tidak berfungsi dengan baik.
Diabetes Gestasional itu sementara, munculnya pas hamil.

Apapun jenisnya, deteksi dini dan gaya hidup sehat adalah kunci. Cek gula darah secara rutin, makan makanan bergizi, dan jangan lupa jaga kesehatan sel tubuh dari dalam.

Semoga artikel ini membantu kamu lebih paham ya. Jangan sampai telat sadar.


_Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi. SOP SUBARASHI adalah suplemen kesehatan, bukan obat. Untuk penanganan diabetes, selalu konsultasikan ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Angkung Original

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu