Belanja hemat bebas ongkir

Hipertensi dan Stroke: Mengenal Hubungan yang Perlu Diwaspadai

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena jarang menimbulkan gejala, namun dampaknya bisa sangat fatal — salah satunya memicu stroke. Berikut penjelasan singkat mengenai hubungan keduanya.

Mengapa Hipertensi Bisa Menyebabkan Stroke?

Tekanan darah yang tinggi dalam jangka panjang membuat dinding pembuluh darah menjadi kaku dan rusak, sehingga kehilangan elastisitasnya. Kondisi ini mempermudah terjadinya dua hal:

  • Penyumbatan pembuluh darah otak → memicu stroke iskemik
  • Pecahnya pembuluh darah otak → memicu stroke hemoragik

Hipertensi tercatat sebagai faktor risiko utama pada sekitar 95% kasus stroke.

Seberapa Besar Risikonya?

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bukti nyata dari hubungan ini:

  • Sebuah studi literature review menemukan bahwa penderita hipertensi memiliki risiko stroke iskemik hingga 3,45 kali lipat dan stroke hemoragik 3,66 kali lipat dibanding orang tanpa hipertensi.
  • Penelitian di RSUD Provinsi NTB menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara hipertensi dan kejadian stroke iskemik pada pasien usia 40 tahun ke atas.
  • Studi lain bahkan mencatat risiko yang jauh lebih tinggi, dengan odds ratio mencapai 129 pada penderita hipertensi.
  • Tekanan darah sistolik maupun diastolik yang tinggi sama-sama terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian stroke pada pasien di unit gawat darurat.

BELI OBATNYA DISINI!!

Cara Mewaspadainya

  1. Rutin cek tekanan darah, terutama jika sudah berusia di atas 40 tahun atau punya riwayat keluarga hipertensi.
  2. Konsumsi obat hipertensi secara teratur sesuai anjuran dokter, jangan dihentikan sendiri meski gejala tidak terasa.
  3. Batasi garam dan makanan tinggi lemak, perbanyak sayur dan buah.
  4. Kelola stres dan istirahat cukup, karena stres juga bisa memicu lonjakan tekanan darah.
  5. Kenali gejala stroke sedini mungkin (wajah merot, bicara pelo, lemah sebelah badan) dan segera ke rumah sakit — penanganan cepat pada “golden period” sangat menentukan.

Kesimpulan

Hipertensi dan stroke memiliki hubungan yang sangat erat dan telah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian. Mengontrol tekanan darah secara konsisten adalah langkah pencegahan paling penting untuk menghindari stroke.

Daftar Pustaka (Sumber Jurnal Ilmiah)

  1. Literature Review: Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2024.
  2. Hidayat, M.S., Pranoto, E., Wanadiatri, H., & Sahrun. Hubungan Hipertensi dan Hiperkolesterolemia dengan Terjadinya Stroke Iskemik pada Pasien Usia ≥ 40 Tahun di RSUD Provinsi NTB Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Kesehatan Institut Medika drg. Suherman, Vol. 5, No. 01 (2023).
  3. Hubungan Hipertensi Dengan Kejadian Stroke Iskemik. Jurnal Kolaboratif Sains, Volume 9 No. 1, Januari 2026, hlm. 732–736.
  4. Hubungan Tekanan Darah Dengan Kejadian Stroke di Unit Gawat Darurat. Jurnal Keperawatan ‘Aisyiyah, 2022.
  5. Feigin, V.L., Brainin, M., Norrving, B., Martins, S., Sacco, R.L., Hacke, W., Fisher, M., Pandian, J., & Lindsay, P. (2022). World Stroke Organization (WSO): Global Stroke Fact Sheet 2022. International Journal of Stroke, 17(1), 18–29.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Angkung Original

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu