Benarkah Kanker Bisa Dicegah? Ini Penjelasan Lengkapnya
Banyak orang mengira kanker adalah penyakit yang datang begitu saja tanpa bisa dihindari. Padahal, menurut berbagai penelitian ilmiah, sebagian besar kasus kanker sebenarnya bisa dicegah. Berikut penjelasan singkatnya.
Jadi, Benarkah Kanker Bisa Dicegah?
Benar — sebagian besar, meski tidak semua. Menurut laporan status kanker global terbaru dari WHO bersama Badan Internasional untuk Riset Kanker (IARC) yang dipublikasikan 8 Juli 2026, terdapat 30 faktor risiko kanker yang bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup dan pengelolaan kesehatan yang tepat, dan faktor-faktor ini menyumbang sekitar 40% dari seluruh kasus kanker di dunia. Artinya, hampir separuh kasus kanker sebenarnya bisa dihindari, meski separuh lainnya tetap dipengaruhi faktor yang sulit dikendalikan seperti usia, genetik, atau mutasi acak.
Faktor Risiko yang Bisa Dikendalikan
Beberapa penelitian menyoroti faktor-faktor berikut sebagai penyebab kanker yang paling bisa dicegah:
- Merokok — dikaitkan secara meyakinkan dengan berbagai jenis kanker, dan berhenti merokok terbukti menurunkan risiko terkena kanker.
- Konsumsi alkohol — semakin sering dan banyak, semakin tinggi risikonya.
- Obesitas dan kurang aktivitas fisik — kelebihan berat badan berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, sementara aktivitas fisik yang cukup justru berkaitan dengan penurunan risiko.
- Infeksi tertentu — laporan WHO/IARC tahun 2026 untuk pertama kalinya turut memasukkan sembilan jenis infeksi (seperti virus HPV dan Hepatitis B) sebagai faktor risiko kanker yang bisa dicegah, misalnya lewat vaksinasi.
- Pola makan — laporan dari World Cancer Research Fund (April 2025) menegaskan bahwa pola makan dan gaya hidup sehat secara menyeluruh — bukan sekadar satu jenis makanan saja — dapat menurunkan risiko kanker payudara dan usus besar, misalnya dengan menjaga berat badan ideal, rutin beraktivitas fisik, serta memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan berserat.
Kenapa Deteksi Dini Juga Penting?
Pencegahan bukan hanya soal menghindari faktor risiko, tapi juga soal deteksi sedini mungkin. Sebagai gambaran, pada kasus kanker payudara di tahun 2025, negara-negara berpenghasilan tinggi mampu mendeteksi lebih dari 60% kasus pada stadium awal, sementara negara berpenghasilan rendah-menengah baru mampu mendeteksi 28% kasus pada tahap dini — padahal deteksi dini sangat berpengaruh pada tingkat kesembuhan pasien.
Apakah Semua Faktor Risiko Sudah Pasti Penyebabnya?
Perlu dicatat, tidak semua faktor risiko memiliki tingkat bukti yang sama kuatnya. Beberapa kaitan, misalnya antara bahan kimia pengganggu hormon (seperti BPA) dengan kanker payudara, masih menunjukkan hasil yang belum konsisten dan memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan sebab-akibatnya. Karena itu, badan kesehatan umumnya membedakan antara faktor risiko yang “meyakinkan” (seperti rokok) dan yang “masih perlu diteliti lebih lanjut”.
Kesimpulan
Kanker memang tidak bisa 100% dicegah, tetapi hampir 4 dari 10 kasus kanker di dunia sebenarnya bisa dihindari dengan gaya hidup yang lebih sehat: tidak merokok, membatasi alkohol, menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, menjaga pola makan, serta memanfaatkan vaksinasi dan skrining kesehatan secara rutin. Langkah-langkah sederhana ini terbukti secara ilmiah mampu menurunkan risiko kanker secara nyata.
Daftar Pustaka (Sumber Jurnal Ilmiah)
- World Health Organization (WHO) & International Agency for Research on Cancer (IARC). (2026). Global Status Report on Cancer. Dipublikasikan 8 Juli 2026.
- Cancer: 30 preventable risk factors account for 40% of cases. Medical News Today, merujuk laporan WHO/IARC 2026.
- World Cancer Research Fund International. (2025). New major cancer prevention report on dietary and lifestyle patterns. Dipublikasikan 9 April 2025.
- National Cancer Institute. Cancer Prevention Overview (PDQ®). PDQ Cancer Information Summaries, NCBI Bookshelf. Diperbarui Februari 2025.



Leave a Reply