Belanja hemat bebas ongkir

Penyebab Utama Stroke yang Sering Diabaikan: Kenali Faktor Risikonya dan Cara Mencegahnya

Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Yang mengkhawatirkan, banyak faktor risikonya sebenarnya bisa dikendalikan—asal dikenali sejak dini. Sayangnya, beberapa faktor justru sering luput dari perhatian karena dianggap sepele atau tidak berhubungan langsung dengan otak.

Stroke Bukan Sekadar Soal Gaya Hidup

Penting dipahami bahwa stroke adalah penyakit multifaktor. Seorang neurolog dari Siloam Hospital menjelaskan bahwa faktor yang paling sering berkontribusi adalah tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, sementara aktivitas fisik memang berpengaruh pada elastisitas pembuluh darah namun bukan jaminan seseorang terhindar dari stroke meski rajin berolahraga jika faktor risiko lain tidak dikendalikan. Artinya, gaya hidup sehat tetap penting, tetapi tidak cukup berdiri sendiri—semua faktor risiko perlu diidentifikasi dan dikelola bersamaan.

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah

Beberapa jurnal kesehatan mengelompokkan faktor risiko stroke menjadi dua kategori besar: yang tidak dapat diubah dan yang dapat dimodifikasi. Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan faktor risiko yang dapat dikategorikan menjadi faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga.

Usia menjadi faktor yang paling sulit dihindari. Semakin bertambah usia, kondisi pembuluh darah secara alami berubah dan meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini diperkuat oleh temuan bahwa atrial fibrillation atau gangguan irama jantung, yang paling umum terjadi pada lansia, dapat meningkatkan risiko stroke iskemik hingga lima sampai tujuh kali lipat, terutama pada usia di atas 65 tahun menurut sebuah tinjauan sistematis dalam jurnal Stroke (2021).

BELI OBAT STROKE DISINI!!

Faktor Risiko yang Sering Diabaikan (Namun Dapat Diubah)

Inilah bagian yang paling penting untuk pencegahan, karena sebagian besar faktor risiko stroke sebenarnya bisa dikendalikan.

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Berbagai studi konsisten menempatkan hipertensi sebagai faktor risiko nomor satu. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat secara langsung meningkatkan risiko stroke secara signifikan, dan kondisi ini sering tidak bergejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai terjadi serangan.

2. Diabetes Melitus
Diabetes melitus juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko stroke karena kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak dinding pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak.

3. Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung
Kadar kolesterol tinggi dapat memicu penyumbatan pembuluh darah, sementara gangguan irama jantung (aritmia) meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah yang berujung pada stroke.

4. Obesitas dan Kurang Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan faktor risiko paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stroke menurut salah satu penelitian di jurnal keperawatan Indonesia. Kebiasaan kurang gerak, dikombinasikan dengan pola makan tidak sehat, mempercepat munculnya obesitas, hipertensi, dan dislipidemia sekaligus.

5. Faktor Psikososial dan Gaya Hidup pada Usia Produktif
Yang sering luput dari perhatian: stroke kini tidak hanya mengancam lansia. Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan berbagai faktor risiko stroke akibat perubahan teknologi dan sosial ekonomi, dengan kajian yang mengintegrasikan faktor gaya hidup, faktor metabolik, dan faktor psikososial sebagai determinan risiko stroke pada usia produktif. Stres kronis, pola tidur buruk, dan kebiasaan merokok pada usia muda menjadi kombinasi yang jarang disadari sebagai pemicu stroke dini.

Mengapa Faktor-Faktor Ini Sering Diabaikan?

Sebagian besar faktor risiko di atas bersifat “diam-diam”—tidak menimbulkan gejala yang terasa sampai kerusakan sudah terjadi. Penelitian menegaskan bahwa pencegahan stroke baru dapat dilakukan secara efektif apabila faktor risikonya dikenali sejak dini, karena banyak penderita yang memiliki faktor risiko namun diabaikan sehingga serangan stroke terjadi tanpa peringatan yang jelas.

Cara Mencegah Stroke Sejak Dini

Berdasarkan berbagai kajian ilmiah, langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Kontrol tekanan darah secara rutin — targetkan tekanan darah dalam batas normal dengan pemeriksaan berkala, bukan hanya saat merasa pusing.
  2. Jaga kadar gula darah dan kolesterol — penting terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga diabetes atau penyakit jantung.
  3. Aktif bergerak setiap hari — tidak harus olahraga berat, aktivitas fisik ringan secara konsisten sudah terbukti menurunkan risiko.
  4. Kelola berat badan dan pola makan — kurangi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula tambahan.
  5. Hindari rokok dan batasi alkohol — keduanya mempercepat kerusakan pembuluh darah.
  6. Kelola stres dan kualitas tidur — khususnya penting bagi kelompok usia produktif yang rentan terhadap tekanan kerja.
  7. Deteksi dini gangguan jantung — terutama bagi lansia, karena aritmia seperti atrial fibrilasi meningkatkan risiko stroke iskemik secara signifikan.
  8. Kenali gejala stroke sejak awal — mengenali tanda-tanda awal dan segera mencari pertolongan medis adalah strategi utama menurunkan dampak keparahan stroke.

Kesimpulan

Stroke memang dipengaruhi oleh faktor yang tidak bisa diubah seperti usia, tetapi sebagian besar risikonya justru berasal dari kondisi dan kebiasaan yang bisa dikendalikan—hipertensi, diabetes, kolesterol, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga stres kronis pada usia produktif. Mengenali faktor-faktor ini sejak dini, alih-alih mengabaikannya, adalah kunci utama pencegahan stroke yang efektif.

Sumber Jurnal Ilmiah

  1. Mengungkap Stroke Sebagai ‘Silent Killer’ — Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan (JOTING), review sistematis 70 jurnal ilmiah. journal.ipm2kpe.or.id
  2. Faktor Risiko Kejadian Stroke pada Usia Produktif: Literature Review — Jurnal Kesehatan Tambusai, Vol. 12182–12184. journal.universitaspahlawan.ac.id
  3. Faktor Risiko Stroke — Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. jurnal.fk.uisu.ac.id
  4. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke — Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia. ejournal.upi.edu
  5. Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Stroke — Mabruri et al., Jurnal Keperawatan Terapan (e-Journal), Poltekkes Malang. ojs.poltekkes-malang.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Angkung Original

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu