Apakah Garam Memicu Stroke?
Garam tidak secara langsung menyebabkan setiap kasus stroke. Namun, konsumsi garam atau natrium yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko stroke, terutama karena dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke.
Karena itu, mengurangi konsumsi garam merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Bagaimana Garam Bisa Meningkatkan Risiko Stroke?
Ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak natrium, tubuh dapat menahan lebih banyak cairan. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah.
Jika tekanan darah terus tinggi dalam jangka panjang, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah di otak.
Akibatnya, risiko stroke iskemik maupun stroke akibat perdarahan dapat meningkat.
Bukan Hanya Garam dari Dapur
Banyak orang mengira sumber natrium hanya berasal dari garam yang ditambahkan ketika memasak. Padahal, natrium juga banyak terdapat dalam makanan kemasan dan makanan olahan.
Contohnya:
- Mi instan.
- Keripik dan camilan asin.
- Sosis dan daging olahan.
- Makanan kalengan.
- Ikan asin.
- Telur asin.
- Makanan cepat saji.
- Saus dan bumbu instan.
- Makanan siap saji.
Angkung Kain Niu Huang Wan Obat Stroke Ringan
Karena itu, seseorang dapat mengonsumsi natrium dalam jumlah tinggi meskipun jarang menambahkan garam ke makanan.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Pembatasan garam sangat penting bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti:
- Tekanan darah tinggi.
- Penyakit jantung.
- Penyakit ginjal.
- Riwayat stroke atau stroke ringan (TIA).
- Diabetes.
- Berat badan berlebih.
Bagi penyintas stroke, pengaturan asupan natrium merupakan bagian dari pola hidup yang membantu mengendalikan faktor risiko dan mencegah stroke berulang.
Berapa Banyak Garam yang Sebaiknya Dikonsumsi?
WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 5 gram garam per hari, setara dengan kurang dari sekitar 2.000 mg natrium per hari.
Perlu diingat bahwa angka tersebut mencakup total natrium dari seluruh makanan dan minuman, bukan hanya garam yang ditambahkan saat memasak.
Kebutuhan setiap orang dapat berbeda, terutama pada kondisi medis tertentu. Ikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi jika Anda mendapatkan target khusus.
Cara Mengurangi Konsumsi Garam
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu:
- Kurangi garam saat memasak.
- Gunakan rempah seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, dan lada untuk memperkuat rasa.
- Batasi makanan instan dan makanan ultra-proses.
- Periksa label nutrisi pada makanan kemasan.
- Kurangi saus, kecap, dan bumbu instan yang tinggi natrium.
- Pilih makanan segar lebih sering.
- Batasi makanan asin seperti ikan asin, kerupuk, dan daging olahan.
Lidah juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Mengurangi garam secara bertahap dapat membuat makanan rendah garam terasa lebih normal setelah beberapa waktu.



Leave a Reply