Kenapa Stroke Bisa Terjadi Tanpa Peringatan?
Bayangkan seseorang yang beberapa menit sebelumnya masih bisa berbicara, berjalan, dan beraktivitas seperti biasa. Tiba-tiba wajahnya menurun sebelah, satu tangan melemah, atau bicaranya menjadi tidak jelas.
Mengapa stroke bisa muncul seolah-olah tanpa peringatan?
Jawabannya ada pada cara kerja pembuluh darah dan otak. Stroke tidak selalu diawali rasa sakit atau tanda yang berlangsung berhari-hari. Gangguan pada pembuluh darah otak dapat terjadi secara mendadak, sehingga kerusakan fungsi otak pun bisa muncul dalam waktu singkat. Stroke merupakan keadaan darurat medis karena sel otak dapat mulai mengalami kerusakan ketika pasokan darah dan oksigen terganggu.
Apa yang sebenarnya terjadi ketika stroke terjadi?
Otak membutuhkan aliran darah yang terus-menerus untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi. Ketika pembuluh darah yang memasok bagian otak mengalami masalah, bagian otak tersebut tidak lagi mendapatkan pasokan yang cukup.
Akibatnya, sel-sel otak mulai kehilangan kemampuan untuk bekerja. Jika gangguan berlangsung, kerusakan sel dapat terjadi dalam waktu singkat dan fungsi tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak tersebut ikut terganggu.
Itulah sebabnya stroke dapat menyebabkan perubahan yang sangat tiba-tiba, misalnya mendadak sulit berbicara, wajah terlihat mencong, atau salah satu sisi tubuh menjadi lemah.
Stroke iskemik dan stroke perdarahan itu berbeda
Tidak semua stroke terjadi dengan mekanisme yang sama.
1. Stroke iskemik: aliran darah tersumbat
Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah menuju otak tersumbat, umumnya oleh bekuan darah atau penyempitan akibat penumpukan plak.
Ketika sumbatan menghalangi aliran darah, jaringan otak di belakang sumbatan kekurangan oksigen dan nutrisi. Jenis ini merupakan mayoritas kasus stroke, sekitar 87%.
Sumbatan juga tidak selalu terbentuk tepat di otak. Bekuan dapat terbentuk di tempat lain, misalnya berkaitan dengan gangguan irama jantung tertentu, kemudian terbawa aliran darah hingga menyumbat pembuluh yang memasok otak.
2. Stroke perdarahan: pembuluh darah pecah
Pada stroke perdarahan, masalahnya bukan sekadar aliran darah yang tersumbat. Pembuluh darah di dalam atau sekitar otak pecah sehingga darah keluar ke jaringan atau ruang di sekitar otak.
Darah yang terkumpul dapat menekan jaringan otak, meningkatkan tekanan di dalam kepala, dan menyebabkan kerusakan jaringan. Sekitar 13% stroke termasuk jenis perdarahan.
Karena mekanismenya berbeda, penanganan kedua jenis stroke juga berbeda. Inilah alasan pentingnya pemeriksaan medis segera dan pencitraan otak untuk mengetahui jenis stroke yang terjadi.
Mengapa otak sangat sensitif terhadap gangguan aliran darah?
Otak memang sangat bergantung pada pasokan darah yang stabil.
Sel otak membutuhkan oksigen dan glukosa secara terus-menerus untuk menjalankan fungsi normal. Ketika aliran darah terhenti, sel di area tersebut mulai kehilangan energi dan kemampuan untuk bekerja.
Kerusakan ini tidak menunggu berjam-jam untuk dimulai. American Stroke Association menjelaskan bahwa sel otak dapat mulai mati dalam hitungan menit ketika tidak mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan.
Karena itu, dalam kasus stroke ada prinsip sederhana yang sangat penting:
Semakin lama otak kekurangan aliran darah, semakin besar risiko kerusakannya.
Kenapa sebelumnya terlihat sehat, lalu tiba-tiba terkena stroke?
Ini salah satu hal yang sering membuat keluarga terkejut.
Seseorang bisa terlihat sehat karena masalah pada pembuluh darah belum menyebabkan gangguan fungsi otak yang terlihat. Namun, kondisi pembuluh darah dapat berubah atau bekuan darah dapat tiba-tiba menyumbat pembuluh yang memasok otak.
Dengan kata lain, tidak terlihat sakit bukan berarti pembuluh darah pasti dalam kondisi ideal.
Ada pula kondisi bernama TIA atau transient ischemic attack. Gejalanya menyerupai stroke tetapi berlangsung sementara karena sumbatan hanya terjadi dalam waktu singkat. TIA sebaiknya tidak dianggap sepele karena merupakan tanda peringatan adanya kemungkinan stroke berikutnya.
Apa yang membuat pembuluh darah lebih rentan?
Kerentanan pembuluh darah biasanya bukan terjadi dalam satu malam. Berbagai faktor dapat secara perlahan meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah.
Beberapa di antaranya adalah:
Tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tidak terkontrol merupakan salah satu faktor risiko penting untuk stroke dan juga berperan dalam stroke perdarahan.
Kadar gula darah tinggi. Diabetes dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah dan stroke.
Kolesterol tinggi. Kadar lipid darah yang tidak terkontrol dapat berkaitan dengan proses penumpukan plak pada pembuluh darah.
Merokok. Penggunaan tembakau merupakan salah satu faktor perilaku utama yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Kurang aktivitas fisik dan pola makan tidak sehat. Keduanya dapat berkontribusi terhadap tekanan darah, gula darah, berat badan, dan kadar lemak darah yang tidak sehat.
Gangguan irama jantung tertentu. Atrial fibrillation, misalnya, dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan yang kemudian terbawa menuju otak.
Jadi, stroke yang tampak “mendadak” sebenarnya bisa berkaitan dengan proses yang sudah berlangsung lama di dalam tubuh.
Jangan menunggu gejalanya menjadi parah
Stroke bukan kondisi yang tepat untuk ditunggu dan diamati di rumah.
Jika tiba-tiba muncul wajah mencong, kelemahan atau kebas pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau gejala neurologis mendadak lainnya, segera cari pertolongan medis darurat. American Stroke Association menekankan bahwa setiap menit sangat berarti dalam penanganan stroke.
Jangan menunggu sampai gejala semakin berat. Jangan pula menganggap gejala akan hilang sendiri sebagai tanda bahwa kondisinya aman.
Bagaimana dengan herbal?
Selain menjaga pola hidup dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sebagian orang memilih mengonsumsi produk herbal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Obat Angkung herbal Cina dapat dipertimbangkan sebagai produk herbal pendamping sesuai aturan pakai dan kondisi masing-masing. Namun, herbal bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau penanganan medis, terutama ketika seseorang sedang mengalami gejala stroke.
Jika gejala stroke muncul, utamakan pertolongan medis segera. Jangan menunda ke rumah sakit demi mencoba obat herbal terlebih dahulu.
Karena pada stroke, satu hal yang tidak boleh ditunda adalah waktu.



Leave a Reply