Belanja hemat bebas ongkir

Sering Haus dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Gula Darah Tinggi yang Meningkatkan Risiko Stroke

Pernah merasa haus terus meski sudah banyak minum? Atau gampang lelah padahal aktivitas tidak berat? Jangan buru-buru dianggap kecapekan biasa — bisa jadi itu tanda gula darah tinggi.

Kenapa Gula Darah Tinggi Bikin Haus dan Lelah?

Saat kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal kewalahan menyaringnya. Kelebihan gula pun dibuang lewat urine, menarik banyak cairan tubuh bersamanya. Akibatnya, tubuh cepat kehilangan cairan sehingga rasa haus terus muncul dan frekuensi buang air kecil meningkat.

Di sisi lain, tubuh sebenarnya kekurangan “bahan bakar”. Ini karena gula dalam darah tidak bisa masuk ke sel untuk diubah jadi energi akibat gangguan kerja insulin. Hasilnya, tubuh terasa lemas dan mudah lelah meski kadar gula dalam darah justru sedang tinggi.

Hubungannya dengan Risiko Stroke

Gejala ringan ini sering dianggap sepele, padahal bisa jadi sinyal awal gangguan gula darah yang, jika dibiarkan, berdampak jauh lebih serius. Gula darah tinggi yang berlangsung lama membuat pembuluh darah menjadi kaku dan memicu penumpukan lemak di dindingnya. Ketika pembuluh darah menuju otak tersumbat atau pecah, saat itulah stroke terjadi.

Orang dengan gula darah tinggi atau diabetes diketahui memiliki risiko lebih besar terkena stroke dibanding orang dengan gula darah normal.

Kapan Harus Waspada?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami kombinasi gejala berikut:

  • Sering haus meski sudah banyak minum
  • Mudah lelah tanpa sebab jelas
  • Lebih sering buang air kecil, terutama malam hari
  • Penglihatan kabur atau berat badan turun tanpa diet

Cara Sederhana Menjaga Gula Darah

  • Kurangi makanan dan minuman manis berlebihan
  • Rutin bergerak atau olahraga ringan
  • Jaga berat badan ideal
  • Cek gula darah secara berkala, terutama jika ada riwayat diabetes dalam keluarga

BELI OBATNYA DISINI!!

Kesimpulan

Sering haus dan mudah lelah bukan sekadar rasa capek biasa. Kedua gejala ini bisa menjadi sinyal awal gula darah tinggi yang, bila dibiarkan tanpa penanganan, dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikannya.

Sumber Jurnal Ilmiah

  1. Sofiana, L., & Rahmawati, D.D. (2019). Hypertension and Diabetes Mellitus as Risk Factors for Stroke. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 147–.
  2. Ramadany, A.F., Pujarini, L.A., & Candrasari, A. Hubungan Kadar Gula Darah dengan Kejadian Stroke Iskemik. Biomedika, 5(2), 2013.
  3. Faktor Risiko Kejadian Stroke pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi, 13(1), 2023.
  4. Rahman, R., Dewi, F.S.T., & Setyopranoto, I. Faktor Risiko Kejadian Stroke di Kabupaten Wonogiri. Berita Kedokteran Masyarakat.
  5. Mongkau, L.K., Langi, F.L.F.G., & Kalesaran, A.F.C. Hubungan Diabetes Melitus dengan Stroke di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Angkung Original

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu