Jangan Abaikan Mati Rasa dan Nyeri! Bisa Jadi Stroke atau Saraf Kejepit
Pernah merasa tangan atau kaki tiba-tiba kebas, kesemutan, atau nyeri menjalar? Banyak orang menganggapnya sepele — dikira cuma “salah posisi duduk”. Padahal, gejala ini bisa jadi tanda saraf kejepit, atau bahkan lebih serius: stroke. Yuk, kenali perbedaannya agar tidak terlambat ditangani.
Kenapa Bisa Muncul Mati Rasa dan Nyeri?
Mati rasa dan nyeri muncul saat sinyal dari saraf ke otak (atau sebaliknya) terganggu. Gangguan ini bisa terjadi di saraf tepi (misalnya karena tertekan lama saat duduk), di akar saraf tulang belakang (saraf kejepit), maupun di otak akibat aliran darah yang terganggu (stroke).
Ciri Saraf Kejepit
- Nyeri terasa seperti tertusuk jarum, kesetrum, atau panas seperti kena cabai
- Sering menjalar dari pinggang/leher ke tangan atau kaki
- Biasanya muncul di satu sisi tubuh dan berhubungan dengan posisi atau gerakan tertentu
- Bila parah, bisa disertai gangguan buang air kecil/besar
Ciri yang Mengarah ke Stroke
Waspada jika mati rasa atau kelemahan muncul mendadak dan disertai:
- Wajah mencong sebelah
- Bicara jadi pelo atau sulit dimengerti
- Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh (lengan/kaki)
- Pandangan tiba-tiba kabur atau ganda
- Sakit kepala hebat tanpa sebab jelas, atau hilang keseimbangan
Ingat metode FAST: Face (wajah mencong), Arm (lengan lemah sebelah), Speech (bicara pelo), Time (segera ke IGD bila muncul salah satu tanda ini).
Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Gejala muncul tiba-tiba dan berat, terutama bila disertai tanda-tanda di atas → ini kegawatdaruratan, segera ke IGD.
- Gejala menetap, berulang, atau makin memberat meski sudah istirahat → periksakan ke dokter saraf untuk mencari penyebabnya.
- Jangan menunggu, karena penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan — ada istilah “golden period” di mana penanganan cepat bisa mencegah kerusakan otak yang lebih luas.
Kesimpulan
Mati rasa dan nyeri memang sering disebabkan hal ringan seperti saraf tertekan sesaat. Tapi karena gejalanya bisa mirip dengan tanda awal stroke maupun saraf kejepit yang lebih serius, jangan abaikan begitu saja — apalagi jika muncul mendadak, hanya di satu sisi tubuh, atau disertai gejala lain seperti wajah mencong dan bicara pelo. Periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya sejak dini.
Sumber Jurnal Ilmiah
- Muttaqin, Z., et al. Diagnostic approach to peripheral neuropathy. PMC, NCBI — membahas bahwa pasien stroke lakunar terkadang bisa muncul dengan gangguan sensorik menyerupai neuropati perifer, sehingga diagnosis banding perlu dilakukan dengan cermat. Tersedia di: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2771953/
- Mahn, F., Hüllemann, P., Gockel, U., Brosz, M., Freynhagen, R., Tölle, T.R., & Baron, R. (2011). Sensory Symptom Profiles and Co-Morbidities in Painful Radiculopathy. PLOS ONE. DOI: 10.1371/journal.pone.0018018



Leave a Reply