Stroke: Gejala, Penanganan, dan Peran Obat Angkung dalam Pengobatan Tradisional
Stroke adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu — baik karena tersumbat (stroke iskemik) maupun karena pembuluh darah pecah (stroke hemoragik) — sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan mulai mengalami kerusakan. Mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan penanganan secepat mungkin adalah kunci utama untuk meminimalkan kecacatan permanen.
Di tengah penanganan medis modern, sebagian masyarakat Indonesia, khususnya keturunan Tionghoa, juga mengenal obat tradisional bernama Angkung atau Angong Niuhuang Wan (AGNHW) sebagai pertolongan tambahan saat stroke menyerang. Artikel ini mengulas gejala stroke, langkah penanganan medis yang tepat, serta bagaimana posisi obat Angkung di tengah pengobatan modern — lengkap dengan rujukan jurnal ilmiah.
Apa Itu Stroke?
Stroke adalah gangguan fungsi saraf akut akibat terganggunya aliran darah ke otak yang timbul secara mendadak. Ada dua jenis utama:
- Stroke iskemik — terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak, biasanya oleh gumpalan darah (trombus/embolus). Jenis ini merupakan tipe stroke yang paling umum terjadi.
- Stroke hemoragik — terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga menyebabkan perdarahan yang menekan jaringan otak sekitarnya.
Kedua jenis stroke ini sama-sama merupakan kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Gejala Stroke: Kenali dengan Metode BE-FAST
Untuk mempermudah masyarakat awam mengenali gejala stroke, digunakan metode BE-FAST, yaitu:
- B – Balance: gangguan keseimbangan tubuh yang muncul tiba-tiba
- E – Eyes: gangguan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur atau gelap sebagian
- F – Face: salah satu sisi wajah tampak tidak simetris atau mencong, terutama saat tersenyum
- A – Arm: kelemahan mendadak pada salah satu lengan atau anggota gerak
- S – Speech: gangguan bicara, seperti bicara pelo atau sulit memahami kata-kata
- T – Time: segera bawa ke rumah sakit begitu satu saja dari gejala di atas muncul
Selain itu, gejala umum lain yang perlu diwaspadai meliputi mati rasa atau kesemutan pada separuh tubuh, mulut perot, serta gangguan komunikasi (afasia).
Golden Period: Mengapa Waktu Sangat Menentukan
Salah satu konsep terpenting dalam penanganan stroke adalah golden period, yaitu rentang waktu 3 hingga 4,5 jam pertama setelah gejala stroke muncul. Pada periode ini, penanganan medis seperti terapi thrombolysis (obat pelarut bekuan darah) atau tindakan neurointervensi dapat dilakukan untuk membatasi kerusakan otak secara signifikan.
Jika penanganan terlambat dan golden period terlewati, risiko kerusakan otak permanen — termasuk kelumpuhan dan gangguan bicara — akan jauh lebih besar. Karena itu, begitu gejala BE-FAST muncul, pasien harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) tanpa menunggu atau mencoba pengobatan alternatif terlebih dahulu.
Penanganan Medis Stroke
Penanganan stroke di rumah sakit umumnya mencakup beberapa tahap:
- Penanganan darurat (fase akut) — meliputi stabilisasi kondisi pasien, pencitraan otak (CT scan/MRI) untuk memastikan jenis stroke, serta pemberian terapi thrombolysis (untuk stroke iskemik dalam golden period) atau tindakan trombektomi mekanik untuk mengangkat gumpalan darah.
- Perawatan di bangsal/ICU — pemantauan intensif untuk mencegah komplikasi seperti edema otak, infeksi, atau perdarahan ulang.
- Fase pemulihan (rehabilitasi) — meliputi fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi untuk memulihkan fungsi motorik, bicara, dan kognitif pasien.
- Pencegahan sekunder — pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gaya hidup, untuk mencegah serangan stroke berulang.
Peran Obat Angkung dalam Pengobatan Tradisional
Di tengah proses penanganan medis, sebagian masyarakat juga menggunakan Angong Niuhuang Wan (AGNHW), yang dikenal dengan sebutan Angkung, Angkong, atau Anggong. Obat ini merupakan formula klasik Traditional Chinese Medicine (TCM) yang telah tercantum dalam Farmakope Tiongkok, mengandung bahan-bahan seperti Calculus Bovis (empedu sapi), Moschus (kesturi), Margarita (mutiara), Cornu Bubali (tanduk kerbau), Cinnabaris, dan Realgar.
Secara tradisional, Angkung dipercaya dapat:
- Membantu memulihkan kesadaran pada pasien koma akibat stroke
- Mengurangi edema (pembengkakan) otak
- Melancarkan peredaran darah ke otak
- Membantu meredakan kejang akibat demam tinggi yang menyertai kondisi akut otak
Obat ini bahkan telah diakreditasi oleh otoritas kesehatan Tiongkok (China’s State Food and Drug Administration) untuk penanganan stroke akut, ensefalitis, dan meningitis.
Apa Kata Bukti Ilmiah?
Sejumlah studi ilmiah, baik praklinis maupun klinis awal, telah mengevaluasi AGNHW:
- Studi pada hewan menunjukkan AGNHW memiliki efek neuroprotektif, termasuk mengurangi volume infark dan edema otak pada model stroke iskemik.
- Uji klinis ANGONG TRIAL (dipublikasikan di Chinese Medical Journal, 2025) — penelitian acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo pada pasien stroke iskemik akut sedang-berat — menunjukkan profil keamanan yang sebanding dengan plasebo, dengan kecenderungan pengurangan volume infark otak meski belum signifikan secara statistik.
- Penelitian tentang trombolisis tertunda menunjukkan AGNHW berpotensi mengurangi transformasi hemoragik dan mortalitas melalui penghambatan aktivasi MMP-9 yang dimediasi peroxynitrite.
- Studi imunomodulasi berbasis mass cytometry menunjukkan AGNHW dapat meredam respons inflamasi pascaiskemik di otak.
Catatan Keamanan Penting
Meski menjanjikan, para ahli menekankan sejumlah hal penting:
- Formulasi AGNHW mengandung bahan mineral seperti Cinnabaris (merkuri) dan Realgar (arsenik), sehingga penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan toksisitas hati dan ginjal.
- Bukti klinis pada manusia masih terbatas pada studi berskala kecil (pilot study), dan memerlukan penelitian lanjutan berskala besar untuk memastikan efikasinya secara meyakinkan.
- Kontraindikasi pada ibu hamil karena kandungan Moschus dapat memicu kontraksi rahim.
- Berbagai jenis dan merek Angkung beredar di pasaran (misalnya Tong Ren Tang dan Li Shih Chen) dengan variasi komposisi dan sumber bahan baku yang dapat memengaruhi mutu produk, sehingga konsumen perlu memastikan produk memiliki izin edar resmi dari BPOM.
- Angkung bukan pengganti penanganan medis standar seperti trombolisis atau trombektomi yang telah terbukti secara ilmiah dan harus dilakukan dalam golden period.
Kesimpulan
Stroke adalah kondisi gawat darurat yang menuntut pengenalan gejala secepat mungkin melalui metode BE-FAST dan penanganan medis dalam golden period 3–4,5 jam pertama. Obat tradisional seperti Angkung (Angong Niuhuang Wan) memang memiliki sejarah panjang dan sejumlah bukti ilmiah awal yang menjanjikan sebagai terapi pendukung, terutama dalam meredakan gejala akut dan mendukung pemulihan neurologis. Namun, karena bukti klinis yang kuat pada manusia masih terbatas serta adanya risiko kandungan logam berat, Angkung tidak dapat menggantikan penanganan medis modern. Peran terpenting tetap ada pada kecepatan membawa pasien ke fasilitas kesehatan dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf sebelum menggunakan terapi tambahan apa pun.
Daftar Pustaka (Sumber Jurnal Ilmiah)
- Li, S.D., Wang, A.X., Shi, L., et al. (2025). Safety and efficacy of Angong Niuhuang Pills in patients with moderate-to-severe acute ischemic stroke (ANGONG TRIAL): A randomized double-blind placebo-controlled pilot clinical trial. Chinese Medical Journal, 138, 579–588. DOI: 10.1097/CM9.0000000000003133
- Chen, H., Luo, Y., Tsoi, B., Gu, B., Qi, S., & Shen, J. (2022). Angong Niuhuang Wan reduces hemorrhagic transformation and mortality in ischemic stroke rats with delayed thrombolysis: involvement of peroxynitrite-mediated MMP-9 activation. Chinese Medicine. DOI: 10.1186/s13020-022-00595-7
- Tsoi, B., Chen, X., Gao, C., Wang, S., Yuen, S.C., Yang, D., & Shen, J. (2019). Neuroprotective Effects and Hepatorenal Toxicity of Angong Niuhuang Wan Against Ischemia–Reperfusion Brain Injury in Rats. Frontiers in Pharmacology. DOI: 10.3389/fphar.2019.00593



Leave a Reply